Creative-Writing
Arip Senjaya

Sampai Mana Membaca Kant? Ovid!

Bayangkan ketololan ini. Suatu hari saya berniat membaca Kant dan tujuannya sederhana, yakni masuk ke Critique of Pure Reason, berjalan lurus menuju jantung rasio murni, lalu keluar beberapa minggu kemudian sebagai manusia yang sedikit lebih beradab. Tapi rencana itu mampus bahkan sebelum sempat dimulai. Baru di kata pengantar edisi pertama

Creative-Writing
Arip Senjaya

Fakultas Akal, Fakultas Beton

Agustus dan September sebentar lagi tiba. Ribuan anak SMA yang baru lulus akan resmi menyerahkan diri

Sastra
Arip Senjaya

Anggur dan Pengangguran

Pertama belajar mengucapkan kata faubourg dalam bahasa Prancis saya terganggu oleh pengucapan kubur dalam bahasa kita

Sastra
Arip Senjaya

Urusan “Sebentar”

Bahasa itu menyambungkan urusan apa saja, termasuk menyambungkan urusan perebutan kekuasaan di satu sisi dengan “urusan

Citizenship & Politics
Arip Senjaya

Colle-nya 1998

Ketika pertama kali dengar isu bahwa batu-batu candi-candi itu dipasang oleh putih telur, pikiran saya menjadi

Culture
Arip Senjaya

Stimulus atau Siti-Mulus?

“Dana stimulan” yang kadang-kadang ditulis awak media jadi “dana stimulus” tidaklah salah jika yang mereka maksudkan