Creative-Writing
Arip Senjaya

Sampai Mana Membaca Kant? Ovid!

Bayangkan ketololan ini. Suatu hari saya berniat membaca Kant dan tujuannya sederhana, yakni masuk ke Critique of Pure Reason, berjalan lurus menuju jantung rasio murni, lalu keluar beberapa minggu kemudian sebagai manusia yang sedikit lebih beradab. Tapi rencana itu mampus bahkan sebelum sempat dimulai. Baru di kata pengantar edisi pertama

Creative-Writing
Arip Senjaya

Fakultas Akal, Fakultas Beton

Agustus dan September sebentar lagi tiba. Ribuan anak SMA yang baru lulus akan resmi menyerahkan diri

Culture
Arip Senjaya

Kabinet Literally

Jujurly, bahasa itu berbelat-belit dan berloncat-loncat tapi juga berkait-kait. Sebagai ilustrasi adalah kata kabinet. Dia masih

Creative-Writing
Arip Senjaya

Menerima Jasa Bordil?

Kami pernah melihat sebuah rumah dengan plang bertuliskan “MENERIMA JASA BORDIL”. Benar-benar “bordil” bukan “bordir”. Ditulis

Creative-Writing
Arip Senjaya

Serba-Serbi Puting

Mungkin kata “tetek” itu termasuk bahasa Indonesia yang kurang ilmiah. Seperti muncul dari bahasa rakyat kelas

Creative-Writing
Arip Senjaya

Pelabuhan Cukur

Suatu hari saya jalan ke Trouville, dan itu masih di Normandie. Saya bisa melihat air laut

Sastra
Arip Senjaya

Boleh Saja kok Jadi Pembaca Polisi

Aku gak terlalu ingat sudah seberapa sering ngebaca karya-karya Budi Darma. Novel-novelnya, kumpulan-kumpulan cerpennya, juga kumpulan-kumpulan