Creative-Writing
Arip Senjaya

Sampai Mana Membaca Kant? Ovid!

Bayangkan ketololan ini. Suatu hari saya berniat membaca Kant dan tujuannya sederhana, yakni masuk ke Critique of Pure Reason, berjalan lurus menuju jantung rasio murni, lalu keluar beberapa minggu kemudian sebagai manusia yang sedikit lebih beradab. Tapi rencana itu mampus bahkan sebelum sempat dimulai. Baru di kata pengantar edisi pertama

Creative-Writing
Arip Senjaya

Fakultas Akal, Fakultas Beton

Agustus dan September sebentar lagi tiba. Ribuan anak SMA yang baru lulus akan resmi menyerahkan diri

Culture
Arip Senjaya

Ongoing Disguise

Kelebihan fiksi memang osmosisnya, dari enceran ke pokok-pokok utamanya kita diajak larut. Dan itu pula kekurangannya,

Biblio-Talk
Masri Sareb Putra

Philosophy for Beginners

Philosophy for Beginners sebuah buku pengantar masuk olah filsafat bagi pemula oleh Richard Osborne ini  menggugah

Creative-Writing
Arip Senjaya

“Mungkinkah” Ala Baudelaire

Saya terpengaruh oleh karya-karya Bertrand, kata Baudelaire suatu hari, dan Bertrand itu tak ada bandingannya. Nah,