Sastra
Arip Senjaya

PAMAN MEMPELAI

Di kampung saya, kalau ada rombongan pengantin laki-laki datang, orang yang maju menyambut atau mengantar mereka biasanya itu-itu saja. Saya mengenal wajah-wajahnya, juga jenis kalimat yang bakal keluar begitu mikrofon hidup. Mereka pandai. Ada yang bisa memanggil lima nama tokoh masyarakat tanpa sekali pun melihat catatan. Ada yang menyelipkan pantun.

Sastra
Arip Senjaya

Baris Kedua

Suatu hari Bandung Mawardi mengirim foto sejumlah buku lawas. Di antara sampul-sampul itu saya melihat Golok

Culture
Arip Senjaya

Penyair Terkutuk

Meksipun alam makin praktis dan orang- orang telah memberi tanda DILARANG NANGIS. (Goenawan Mohamad, “Pada Sebuah

Culture
Arip Senjaya

Ongoing Disguise

Kelebihan fiksi memang osmosisnya, dari enceran ke pokok-pokok utamanya kita diajak larut. Dan itu pula kekurangannya,